Friday, June 30, 2006

Hari-hari bengkel dan seminar


There will only a few captivating moment in those long duration of detention time in confined room without anything you can do except listen, listen, listen & listen all day long. Despite looking into speaker's mistakes and false, nothing will enjoy you much especially dealing with those so called "boring lot". But there will be a moment when you find out, the speaker make sense, and keep you wondering and thinking for a while. One speaker had said, "When we used to do one thing and we keep doing it repeatedly, without incorporating with one's mind, and it continuous for years, one day you will do it as the result of spontaneous action, not more than that. You get use to it, when needed, you just can do it without thinking at all".
Then I reflect, "Do the issue apply to my prayer or 'solah'? Have I think about it at least once? How I rate my daily solah, if the solah can be evaluated and assessed? How actually I threat my daily prayer? And what is solah to me after all?"
The speaker of course said about something else. To make two person communicate and being connected, by using a 'thing', that can be delivered, one's should passed to another mind. The 'thing' that want to be deliver should passed in the deliverer mind first, then the 'thing' can be delivered to another effectively. Only then, we can see the 'thing' alive. In this context, the speaker explain the 'thing' in term of knowledge. The knowledge itself is the communication tools.
So I have solah as my communication tool. But then, do I communicate and get connected? Do my solah have the essence of living thing? Or it just a spontaneous action?
I do believe what the speaker have said. I do believe I can make thing so alive. I do believe I can make my solah in the same manner, but yet, do I allow myself to do so?

Ahlul Yakin

Lampu petunjuk berada dalam hatinya
Ia telah menyediakan penglipur untuk hari yang akan menimpanya
Ia memandang sesuatu yang jauh sebagai yang dekat dengan dirinya
Yang sukar sebagai yang ringan
Ia telah menengok dan melihat
Ia telah mengingat dan memperbesar amalnya
Ia telah meninggalkan busana nafsu

Ia selamat dari kesesatan
dan persahabatan dengan orang yang mengikut hawa nafsunya
Ia menjadi kunci kepada pintu-pintu petunjuk
dan gembok bagi pintu-pintu kehancuran

Ia berada di tingkat keyakinan seperti cerahnya matahari
Ia telah menempatkan dirinya bagi Allah Yang Maha Suci
pada tempat yang paling tinggi
"Mengeluarkan sesuatu yang masuk padanya,
mengembalikan cabang pada tempat asalnya"

(dipetik dari buku, its not my original word and idea, it is too high (to me) to come out with this, person that experience this must has had write it, only that can explain)

Monday, June 12, 2006

Iran - Kalah?

(kalau percaya menonton match team yang disokong, team itu akan kalah, inilah jadinya)
SMS 1 (sejurus Mexico gol pertama)
Patut ke tengok match ni, atau tak payah tengok?
SMS 2
Ai.......tak tau le. Dah ketinggalan dah tu. Fikir-fikir la.
SMS 3
Sabo je la. Dah la first time tengok bola ni. Masa Jerman pun tak tengok. Nasib menang.
SMS 4
GOLL!!!
SMS 5
Alhamdulillah9x.
SMS 6
Beritahu keputusan. Ngantuk da. Tido jap.
SMS 7
MEX 3-1 IRN, nak buat camne......x berkat.....Pakai suar pendek.
(tengok, tutup dan zzzzzzzzzzzzz)

Saturday, June 10, 2006

untuk teman 2

She doesn’t know when she left us with heartache
And she keep smiling till we lost the sight of her
The space seem so empty
and we have missed her already
~asal sulaiman~

Thursday, June 08, 2006

untuk teman

pergilah kembara
mencari diri, mencari Tuhan
dan kami
akan sentiasa disini
merindui
~asal sulaiman~

Wednesday, June 07, 2006

Print Your Memory

dalam persahabatan
segala fikiran, hasrat dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi

~khahlil gibran~

Tuesday, June 06, 2006

Don't be incredulous - Lesson one

F : Kena baca banyak buku dan cerita yang happy ending sikit, baru boleh lepaskan diri dari menjadi incredulous.
A : Memang dah banyak baca buku dan tengok cerita yang happy ending.
F : Cerita apa?
A : Wallace and Gromit : The Curse of Were Rabbit, Shrek, Shrek 2, Final Fantasy 9, Toy Story, etc.
F : Cerita yang realistik sikit takde ker? Tu semua cerita 3D ler...........
A : Lorenzo's oil, Omar Mokhtar: Lion of the Desert, The Message, Michael Collins, etc.
F : Tu cerita happy ending ker? (Geleng kepala)
A : (senyum) (monolog~dalam diam) Macamana baru boleh kita impikan sebuah dunia yang bahagia, sejarah Palestina dari darah dan air mata. Sejarah Islam sendiri dijarah dengan pertumpahan-pertumpahan darah yang merah dari susur galur wasilah Rasulullah, tanpa pembelaan. Perpecahan Islam dari Kesatuan Empayar Uthmaniah sendiri diiring oleh kekejaman tiran dan penyebaran asabiyah yang dianjur oleh musuh Islam yang sememangnya ingin melihat kepada perpecahan. Mana mungkin boleh belajar mengenai happy ending, sedang saya belajar standard kehidupan yang suci murni itu dari mereka yang sepanjang hidupnya tercatat peristiwa sejarah merah darah dan air mata. Barangkali, orang lain mentafsir happy ending dengan garis senyuman dan lebar tawa ria, tapi saya memandang kegembiraan itu hanya dapat dicapai oleh jiwa yang bebas merdeka. Happy ending golongan ini tercatat dengan jiwa mereka yang mencapai redha yang Maha Kuasa, mereka terbang bebas dan merdeka, dan mereka tetap hidup selama-lamanya. Tidakkah ini pelengkap happy ending sebuah cerita kemanusiaan seorang hamba? Tidakkah dapat melihat senyum dan tawa mereka, cemerlang di sisi yang Maha Esa? Dan haruman darah mereka mewangi hingga ke pelusuk bumi? Dapat lihatkah bahagia wajah mereka, manisnya senyuman, dan harumnya haruman? Saya, seolah dapat melihat, mendengar, dan menghidu harumannya............dan saya ingin tersenyum, bersama mereka.
F : So........
A : (senyum lagi) Happy ending itu apa?
F : La.........pulak (geleng kepala)

Friday, June 02, 2006

Belasungkawa - Prof Muhammad Al Mahdi

Saya cuma baru terima berita tadi, dan maka tidak tergambar rasa sedih saya. Prof amat rapat dengan rakan yang saya sangat rapat dulu, tapi kerana hambatan masa kami agak jarang2 dapat bertemu dan berbual mesra. Prof mendapat tempat istimewa di hatinya, Prof juga mendapat tempat dihati saya kerana ketokohan dalam akademik, perjuangannya mengenal Pencipta, ketabahanannya against all odds melawan barah di peringkat terminal, jiwanya yang besar untuk kemajuan ummat terutama dalam mendidik mereka yang rebung, dan dia yang menunjukkan sebagai ikon hamba Allah yang sebenar. Saya pernah bercita-cita untuk bertemu dengannya, namun dia telah pergi menuju PenciptaNya (29April2006). Semoga roh Profesor ditempatkan dikalangan hambaNya yang soleh. Al Fatihah.
Saya rasa lagu ini amat bermakna untuk kawan saya, dan saya faham maknanya.

I’ve Seen (feat. Sami Yusuf)
by Outlandish
album: Closer Than Veins (2005)
(Chorus)[Sami Yusuf]
I wish you were here
Here next to me
Been missing you so
So desperately
But lately I feel
Like you feel and
I see what you see
How I’m missing you