Friday, September 17, 2010

Pram di Gramedia Mines

'Jika karya dan tulisan Pram yang kalian baca dan punya tidak membuat kalian menjadi berani, bebas, produktif dan mandiri, maka bakarlah. Kertas-kertas itu tidak lebih dari sekeranjang sampah. Seperti halnya tanpa membuat gementar parabirokrat, tanpa membuat nyala api jiwa individu dan massa terbakar hingga memerintahkan bulu kuduk para korporat sastra adalah bangkai'.

1000 Wajah Pram dalam Kata dan Sketsa. Buku Pramodya Ananta Toer yang ditag dengan harga RM30.00 tetapi diberi diskaun 50% sehingga awal bulan hadapan. Menjadikan ianya dibeli dengan harga RM15.00! Buku baru dengan 500++ mukasurat. Harga runtuh untuk peminat buku dan sesuai dibeli di musim perayaan (untuk mereka yang masih menerima duit raya).

Pramoedya Ananta Toer di Gramedia @ The Mines dengan diskaun 50%!

Terima kasih Masterpiece.

Tuesday, September 07, 2010

MRRAZ: Bersedia untuk Berdemo



(Demo pertama berjaya memaksa TV3 menarik semula iklan raya 2010)

Salam kawan-kawan budiman. Saya bukan penganjur demo meski ada beberapa demonstrasi terbuka yang saya sertai. Perkataan demo yang saya gunakan kali ini bukan provokasi, malah ia adalah saranan keamanan dan untuk menyampai mesej.


2 buku yang diberikan Profesor saya pada 19 Disember 2000, salah satunya bertajuk 'Hari Raya Hari Takbir'. Makalah yang disampaikan oleh Yusuf Al Qaradawi yang diterjemahkan oleh Baharuddin Ayudin. Masih relevan teks ini untuk dikupas.

Secara ringkas buku ini menegaskan bahawa hari kemenangan bagi umat Islam adalah untuk dirai secara massa, beramai-ramai dan dinyatakan secara terus terang. Kita tidak akan nampak perhimpunan secara aman dengan memuji Allah dengan lantang kecuali dari 2 keadaan. Hari Raya Aidulfitri dan Hari Raya Aiduladha. Kedua-duanya disambut selepas selesai ibadah besar yang sangat signifikan bagi semua umat Islam. Kedua-duanya adalah ibadah untuk melekapkan rukun sebagai seorang yang mengaku Islam.

Perhimpunan untuk solat hari raya dan sebelum itu bertakbir beramai-ramai adalah sunnah. Nabi malah menganjurkan agar dilakukan di tempat terbuka, tidak terhad kepada masjid-masjid dan menggalakkan wanita turut keluar merai. Bukan sekadar itu, wanita yang di dalam keadaan haid juga digalakkan hadir untuk bersama-sama bertakbir dan mendengar khutbah.

Saya petik sedikit teks untuk kita renung-renungkan.

'Hari ini adalah hari raya. hari ini adalah hari takbir. Zinat atau perhiasan bagi hari raya kaum Muslimin ialah takbir.

Allahu Akbar adalah syiar kaum Muslimin. Apabila mendirikan salat lima waktu, kaum Muslimin memasukinya dengan kalimat yang agung, Allahu Akbar. Azan dikumandangkan sebanyak lima kali sehari, ia dimulai dengan kalimat, Allahu Akbar. Iqamat untuk salat diserukan setiap hari lima kali, ia dimulai dengan kalimat ini, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Ketika melakukan sembelihan, kaum Muslimin menyebut nama Allah dan bertakbir, Bismillah, walLahu Akbar.

Allahu Akbar adalah syiar kaum Muslimin pada setiap keadaan. Apabila memasuki peperangan, gema suara kaum Muslimin yang menggerun dan menakutkan musuh ialah laungan takbir, Allahu Akbar, Allahu Akbar.'

Indah, mesej besar yang selalu kita lupa. Bukan setakat itu sahaja, saya juga syorkan agar kita semua, membaca teks takbir raya, bukan sekadar melagukan dengan mendayu-dayu. Ada mesej AKBAR (besar) dalam teks takbir raya, yang menyebabkan iklan raya TV3 perlu dibantah! Bantahan ini valid dan signifikan, kalau bukan orang Islam yang menjaga agama sendiri, siapa lagi?

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, dan segala pujian yang banyak untuk Allah, Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang, Tiada Tuhan Melainkan Allah dan kami tidak menyembah melainkan Allah sahaja, dengan mengamalkan agama dengan ikhlas walaupun orang kafir itu benci, Tiada Tuhan Melainkan Allah, Dia menepati janjiNya, yang menolong hambaNya, dan telah memusnahkan musuhNya dengan sendiriNya, Tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan kepunyaan Allah segala pujian.

Alhamdulillah, masih lagi ada umat Islam yang prihatin, namun, soalan saya adakah ia perbuatan yang tidak sengaja. Mustahil. Produksi iklan terlalu mahal untuk dibuat secara tidak sengaja. Malah TV3 terlalu berpengaruh dalam masyarakat Malaysia untuk bersikap ignorance (jahil). Test market? Nauzubillahi min zalik.

Alhamdulillah ia sudah ditarik balik dan dimohon maaf secara terbuka. Mohon maaf cukup? Atau kita minta mereka melafazkan syahadah semula.

Ekstrim? Tidak, saya tidak. Bukan itu ajaran yang dianjurkan Rasulullah. Jika tidak masakan Rasulullah membuka Makkah dengan aman tanpa ada pertumpahan darah, malah tidak ada pembalasan semula terhadap apa yang mereka lakukan di Badar, Uhud, Khandak dan lain-lain.

Meski Rasulullah menganjurkan toleransi dan perdamaian, masih ada sempadan. Terutama dalam hal-hal menyangkut akidah dan iman. Tiada toleransi disitu. Kita tidak peduli kalau orang lain nak melungkup, tetapi melungkuplah sorang-sorang. Jangan diajak orang lain. Namun jika ia dipromosi secara massa dengan menggunakan kuasa media, beringatlah.

Kita, anak-anak dan generasi baru sedang didoktrin dengan batas luar sedar. Sanggup? Dengan segala bejat sosial yang kerajaan langsung tidak tertangan dan tiada daya mengawal, bagaimana nanti bila masyarakat sudah tidak nampak hitam dan putih. Yang ada pada mereka hanyalah garis kelabu.

Tepuk dada tanya iman.

Hari raya ialah hari penyataan terus terang (demo terbuka) ke seluruh dunia tentang Allah. Mesejnya satu, tiada Tuhan yang selayaknya disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu persuruh Allah. Tiada sekutu, tiada perkongsian. Tunggal. Esa.

Allahumma innaka affuwwun, tuhibu a'ffa, fa'fu anni.

Ya Allah jauhkan kami dari fitnah yang menyesatkan.

Monday, September 06, 2010

MRRAZ: Selamat Tinggal

Ketika kami baru merasa kebahagian denganmu, kau telah pun hadir di depan pintu untuk mengucap selamat tinggal. Wahai Ramadan, kenali daku ketika bermadu, kenali daku semula ketika kau datang kembali. Wahai yang Maha Pemberi, temukanlah.

(Doa Salam Perpisahan yang dipetik dari email. Moga kita merasai gugatan rasa akibat ditinggalkan oleh seorang sahabat yang baik - Syahr Ramadan, Syahr Al Quran, Syahr Lailatul Qadar)

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, wahai Dia yang tidak mengharapkan balasan
Wahai Dia yang tidak menyesali pemberian
Wahai Dia yang tidak membalas dengan setimpal

Anugrah-Mu permulaan, ampunan-Mu kebaikan, siksa-Mu keadilan, ketentuan-Mu sebaik-baik pilihan.
Jika Engkau memberi tidak Kaucemari dengan tuntutan. Jika Engkau menahan tidak Kautahan pemberian-Mu dengan kezaliman.

Engkau syukuri orang yang bersyukur pada-Mu. Padahal Kauilhamkan padanya mensyukuri-Mu.
Kaubalas orang yang bersyukur pada-Mu. Padahal Kauajarkan padanya memuji-Mu.

Kausembunyikan aib orang yang kalau Kaukehendaki Kaudapat mempermalukannya. Kau sangat pemurah kepada orang yang kalau Kaukehendaki Kaudapat menahannya. Keduanya layak Kaupermalukan atau Kautahan. Namun Kautegakkan perbuatan-Mu atas karunia, Kau alirkan kuasa-Mu atas ampunan.

Engkau sambut orang yang menentang-Mu dengan santun. Engkau biarkan orang yang berbuat zalim pada dirinya. Engkau tunggu mereka dengan sabar sampai mereka kembali kepada-Mu. Engkau tahan mereka untuk tidak segera bertaubat supaya yang binasa tidak binasa karena-Mu, dan orang yang celaka tidak celaka karena nikmat-Mu. Tetapi hanya setelah Engkau lama membiarkan mereka dan setelah Kausampaikan rangkaian bukti atas mereka, sebagai kemurahan ampunan-Mu wahai Yang Maha Pemurah, sebagai anugrah kelembutan-Mu wahai Yang Maha Santun.

Engkaulah yang membukakan kepada hamba-hamba-Mu pintu menuju maaf-Mu. Engkau namakan pintu itu taubat. Engkau berikan petunjuk dari wahyu-Mu kea rah pintu itu supaya mereka tidak tersesat dari situ. Engkau berfirman: "Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang tulus, semoga Tuhanmu akan menghapus kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai."

Pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia, sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka, seraya mereka berkata: Ya Tuhan kami, sempurnakan bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (At-Tahrim, 66: 8)

Apalagi alasan orang yang alpa memasuki rumah itu setelah pintu dibukakan dan petunjuk ditegakkan.
Engkaulah yang menahan harga untuk hamba-hamba-Mu. Kauingin mereka berlaba dalam berniaga dengan-Mu dan beruntung berkunjung kepada-Mu. Maka Engkau berfirman Mahamulia dan Mahatinggi nama-Mu: "barangsiapa yang membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya, dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya." (Al-An'am, 6: 160)

Engkau berfirman: "Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki." (Al-Baqarah: 261)
Engkau berfirman: "Barangsiapa meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Allah akan melipat-gandakan baginya berkali-kali lipat." (Al-Baqarah: 245). Dan ayat-ayat seperti itu dalam Al-Qur'an tentang kebaikan yang dilipat-gandakan.

Engkau yang menunjuki mereka dengan firman-Mu dan dorongan-Mu yang di dalamnya keberuntungan mereka, yang sekiranya Kaututupkan dari mereka, mata mereka tidak melihatnya, telinga mereka tidak mendengarnya, khayal mereka tidak menangkapnya. Maka Engkau berfirman: "Ingatlah Aku, Aku pasti mengingatmu. Bersyukurlah pada-Ku dan jangan ingkar." (Al-Baqarah: 152).

Engkau juga berfirman: "Jika kamu bersyukur, niscaya Aku tambahi kamu. Jika kamu ingkar, sungguh azab-Ku sangat pedih." (Ibrahim, 14: 7)

Engkau berfirman: Berdoalah kamu kepada-Ku
Akan Aku jawab doamu. Sungguh orang-orang yang sombong dari ibadat kepada-Ku, mereka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina (Al-Mukmin: 60)
Engkau namakan doa kepada-Mu sebagai ibadah, meninggalkannya kesombongan
Engkau ancam orang yang meninggalkannya masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.

Sehingga
Mereka mengingat-Mu karena karunia-Mu
Mereka bersyukur kepada-Mu karena anugrah-Mu
Mereka menyeru-Mu karena perintah-Mu
Mereka bersedekah karena karena-Mu
karena mengharapkan tambahan-Mu
Di situ keselamatan mereka dari murka-Mu
Dan kebahagiaan mereka dengan ridha-Mu

Wahai Dia yang menampakkan kelayakannya dipuji dengan kebaikan dan karunia
dan mencurahkan kepada mereka nikmat dan anugrah

Betapa banyaknya nikmat yang Kausebarkan kepada kami
Betapa luasnya anugrah-Mu yang Kau berikan kepada kami
Betapa istimewanya kebaikan yang Kau limpahkan kepada kami
Sekiranya ada makhluk yang menunjukkan makhluk lain
seperti Engkau tunjukkan kepada hamba-hamba-Mu
pastilah dia akan disifati dengan kebaikan
akan digambarkan dengan kedermawanan
akan disayangi semua lisan

Bagi-Mu segala pujian
selama masih ada cara untuk memuji-Mu
selama ada kata sanjungan untuk menyanjung-Mu
selama ada makna yang dapat diungkapkan untuk memuji-Mu

Kau tunjuki kami pada agama-Mu yang Kaupilih
pada millah-Mu yang Kauridhai
pada jalan-Mu yang Kau mudahkan

Kau tampakkan kepada kami kedekatan pada-Mu
dan kedatangan pada kemurahan-Mu

Ya Allah, di antara pilihan kewajiban itu dan yang paling istimewa dari kewajiban itu Engkau jadikan bulan yang Kauistimewakan ia dari semua bulan, Kaupilih ia dari semua waktu dalam setahun dengan Al-Qur'an dan cahaya yang Kauturunkan di dalamnya, dengan keimanan yang Kautingkatkan di dalamnya, dengan puasa yang Kauwajibkan di dalamnya, dengan qiyamul layl yang Kaugemarkan di dalamnya, dengan malam Al-Qadar yang lebih baik dari seribu bulan yang Kauagungkan di dalamnya.

Kemudian Kau istimewakan kami dengan keutamaannya, Kau pilih kami tidak pengikut agama yang lain. Maka kami berpuasa atas perintah-Mu pada waktu siangnya, kami berdiri salat dengan bantuan-Mu pada malam harinya, mempersembahkan diri kami dengan puasa dan salat malamnya kepada kasih-Mu, yang Kautumpahkan kepada kami melalui itu, kami dapat memperoleh pahala-Mu

Engkau Penuh dengan apapun yang diinginkan dari-Mu
Engkau Pemurah dengan apapun yang diminta dari karunia-Mu
Engkau Dekat dengan orang yang berusaha mendekati-Mu

Bulan ini telah hadir di tengah-tengah kami dengan kehadiran yang terpuji
Telah menemani kami dengan persahabatan sejati
Telah menguntungkan kami dengan keuntungan terbaik di seluruh alam
Tiba-tiba ia meninggalkan kami pada akhir waktunya, pada ujung jangkanya, pada kesempurnaan bilangannya.

Kami ingin mengucapkan selamat tinggal kepadanya

Selamat tinggal kepada dia yang menyedihkan perpisahannya, yang merisaukan dan merindukan kami kepergiannya. Untuknya punya janji, janji yang dijaga, kesucian yang dipelihara, hak yang dipenuhi.

Kami sampaikan kepadanya: Salam bagimu wahai bulan Allah yang agung, wahai hari raya para kekasih-Nya.
Salam bagimu wahai waktu termulia yang menyertai kami, wahai bulan terbaik di antara semua hari dan saat.

Salam bagimu bulan yang di dalamnya harapan didekatkan, amal disebarkan.

Salam bagimu sahabat yang paling bernilai ketika dijumpai dan paling menyedihkan ketika ditinggalkan, kawan yang ditunggu yang menyedihkan perpisahannya.

Salam bagimu kesayangan yang datang membuat gembira dan bahagia, dan meninggalkan kesepian dan dukacita.

Salam bagimu yang membantu kami menghadapi setan, yang memudahkan kami jalan-jalan kebaikan.

Salam bagimu
Betapa banyaknya orang yang terbebas di dalamnya!
Betapa bahagianya orang yang menjaga kesucianmu karenamu.

Allahumma solli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.

Wednesday, September 01, 2010

MRRAZ: Iktikaaf & Mendengar Suara Dari Dalam Diri

Kalau kita mengikut sunnah, selepas habis kerja kita akan segera mempersiapkan diri di masjid untuk beribadat iktikaaf untuk malam-malam 10 terakhir Ramadhan. Tetapi seperti banyak artikel dalam internet, sunnah ini paling tidak dikenal dalam budaya kita. Sementelah, kita lebih terarah untuk menyambut Syawal, dari bersedih mengenang Ramadhan yang bakal meninggalkan.

Ramadhan di Malaysia lebih dikenal sebagai majlis memperkenalkan juadah, bukan bulan mentarbiyyah. Untuk mengasingkan diri sebelum menjelang Syawal, adalah sesuatu yang pelik kerana ketika ini kita sepatutnya sibuk menyiapkan seribu satu macam persiapan untuk Raya. Mengemas rumah, pasang langsir, tukar sarung cushion, pergi pasar, menyediakan bahan untuk juadah pagi raya, mencari buluh untuk masak lemang, menyediakan tenaga yang banyak untuk mengacau dodol. Banyak. Macamana boleh kita duduk mengasing diri beriktikaaf dalam masjid. Macam tidak adil kan untuk orang lain yang akan bersusah payah menyiapkan keperluan raya?

Jangan salah faham, saya juga belum pernah menghidupkan sunnah ini. Meski masjid hanya 30 tapak sahaja dari rumah. Atas segala kesibukkan di atas, saya mempunyai alasan paling ampuh untuk mengelak. Betulkah?

Iktikaaf Ramadhan, apa itu? Pertama kali dengar tahun 2000 ketika arwah Profesor saya melakukan amal jariah mengedarkan 2 buku tentang Ramadhan. Satu tentang takbir Raya, satu lagi tentang iktikaaf. Buku itu adalah untuk pensyarah dan kakitangan Universiti, pelajar macam saya bukan termasuk dalam senarai. Tetapi kuasa Allah yang menggerakkan. Profesor memandang saya dan tanpa sepatah pun kata, kemudian beliau menyerahkan. Bila saya bertanya pada rakan-rakan lain samada mereka dapat atau tidak pemberian dari Profesor, masing-masing membuat muka tanda soal tidak faham apa yang saya katakan. Rupanya, dalam ramai-ramai pelajar Prof, hanya 2 orang pelajar sahaja mendapat hadiah Ramadhan tahun itu. Itu membuat saya sangat gembira dan rasa istimewa. Keistimewaan yang diberi bukan percuma, saya patut faham ini.

Saya baca tetapi tidak begitu ambil peduli kerana saya tidak faham apa-apa pun tentang iktikaaf bulan Ramadhan. Dalam pembelajaran di sekolah dan rumah tidak pernah ada seorang pun maklumkan tentang hal ini. Yang menarik minat saya pun hanyalah buku tentang takbir Raya kerana paling dekat dengan diri dan masyarakat. Lain dari itu nihil, tidak ada rasa penting walaupun sedikit.

Hikmah pemberian Prof. hanya terungkap 10 tahun selepas itu. Setahun selepas beliau memberikan saya buku, pada tahun 2001 Profesor meninggal dunia akibat kemalangan. Beliau mendapat kemalangan ketika sedang bergegas pulang dari solat Jumaat setelah mendengar berita kematian bapanya. Sewaktu beliau mengeluarkan kereta dari parkir, pada waktu itulah kemalangan berlaku. Kerana ada halangan di tempat letak kereta menyebabkan beliau sukar mengeluarkan kereta. Kemalangan itu mengakibatkan semua organ dalaman hancur walaupun jasad masih sempurna. Ayah Prof meninggal dunia hari Jumaat, Prof menyusul keesokkan hari. Pembaca budiman, sahabat-sahabat yang dikasihi, sudilah kiranya sedekahkan al Fatihah untuk Profesor Ir Haron Ismail yang selalu mengajar anak didik lebih dari ilmu kejuruteraan. Al Fatihah.

Sebetulnya beliau selalu mahu saya belajar tentang survival hidup, kemanusiaan dan kehambaan meski bukan semua perlu keluar dari kata-kata. Paling penting adalah akhlak dan amalan. Dalam keadaan paling sukar, beliau selalu menunjuk jalan keluar dengan cara yang dipermudahkan. Walau dalam banyak keadaan, saya selalu bersikap jahil terhadap apa yang beliau ajari. Mudah-mudahan belum terlambat untuk saya membuat sesuatu dengan hadiah Ramadan dari Prof. Mudah-mudahan hikmah tentang sunnah iktikaaf Ramadan, susulan dari apa yang Prof. beri pada saya 10 tahun dahulu dapat dimanfaatkan. InsyaAllah.

Iktikaaf adalah perbuatan mengasingkan diri (total seclusion), memutuskan segala hubungan material melainkan sekadar cukup untuk kehidupan dan tujuannya untuk beribadah kepada Allah. Itu yang saya faham, jika salah tolong betulkan. Kenapa Rasulullah menganjurkannya sebagai sunnah?

Jika dilihat apa yang diamalkan oleh ummat zaman akhir, mustahil untuk kita membuat total seclusion demi semata untuk beribadah. Kecuali bagi mereka yang benar mencintai Rasulullah dan mahu mengikut sunnah. Kita selalu beranggapan selagi kita melakukan kewajipan solat 5 waktu, berpuasa bulan Ramadhan, menunaikan zakat, dan jika mempunyai rezeki lebih menunaikan haji ke Makkah sudah cukup menjamin syurga. Tidak perlu berbuat lebih. Tidak ada ragu tentang itu, InsyaAllah, kita semua akan berjumpa di syurga.

Tetapi cukup rugi kerana disebalik semua kesenangan dan keselesaan yang ada, kita tidak mahu merebut cinta Allah. Bagaimana mahu merebut cinta Allah? Mudah iaitu dengan mengikut Nabi dan ikut Nabi dengan menghidupkan sunnah.

'Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." (Ali Imran:31)

Apa ada dengan iktikaaf, total seclusion? Ya kita tidak faham apa-apa kerana tidak tahu dan tidak pernah mahu. Sedang sejarah panjang Nabi menghantar kita tentang apa yang Nabi lakukan sebelum wahyu pertama. Mengasingkan diri dan beruzlah di dalam gua Hira'. Selepas rasmi dilantik sebagai Rasulullah, amalan ini diteruskan di malam terakhir Ramadhan.

Saya tidak nampak signifikasi mengasingkan diri sehinggalah saya menonton YouTube Yusuf Estes menemubual David Rogers (video di atas). David Roger ialah seorang environmentalis yang mengasingkan diri duduk di pergunungan untuk menghayati hidup berhubungan dengan alam. Meski terasing, David tetap tidak mengasingkan diri dalam aktiviti intelektual iaitu membaca, mengkaji dan berbincang secara ilmiah dengan rakan-rakan. Itu telah membawanya menemukan kepada Al Quran, akhirnya kepada Islam.

David mengucapkan syahadah atas keyakinan dari bacaan dari Al Quran, meski beliau belum pernah berjumpa dengan mana-mana orang Islam. Bagi saya pengalaman David cukup hebat. Satu hari telah berlaku kekacauan dalam komuniti pergunungan David. Tidak tahu bagaimana mahu menyelesaikan masalah, David mencadangkan kepada rakan-rakannya untuk mengikut apa sahaja hukum yang ada dalam Al Quran untuk mengekalkan keamanan komuniti tersebut. Dengan kata lain David mahu menegakkan perundangan syariah Islam meski beliau tidak tahu apa-apa pun tentang hal itu. Begitu teguh kepercayaan David Rogers kepada Al Quran.

Dalam video tersebut (ada 2 bahagian di YouTube), David menerangkan bahawa bila kita mula mengasingkan diri dari segala tuntutan material, kita akan mula respon kepada alam. Menghayati bahawa adanya ciptaan dengan bukti disekeliling dan paling penting mula mendengar suara dari dalam hati. Hati akan mengajak kita berbicara dan menemukan jalan pulang kepada Pencipta.

Pada mulanya saya skeptik, takkan begitu mudah kita boleh memperoleh petunjuk? Sehinggalah saya bertemu dengan ayat Al Quran, yang mengesahkan pengalaman David Rogers itu hakikat yang benar,

'Kami akan memperlihatkan kepada mereka, tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahawa Al Quran itu benar' (Fushshilat: 53).

2 pengalaman ini membuatkan bulu roma saya berdiri. Satu ayat surah Al Fushshilat, yang kedua dari pengalaman David Rogers. Ini membuat saya kembali mengenang pesan Profesor tentang iktikaaf yang diambil dari sunnah Nabi. Mashaallah.

Total seclusion bukan tujuannya memutuskan kelazatan, bahkan sebenarnya mengembalikan kepada kelazatan yang hakikat. Menemukan kebenaran, membawa dekat dengan Al Quran, seterusnya menunjuk kepada jalan Taqwa. Bila nanti kita mencapai Taqwa, subhanallah percayalah kita sudah sampai kepada Allah.

Saya juga membuat kesimpulan lain dari observasi ini, sebab itulah juga TV diciptakan. Ia adalah sebagai alat untuk menjauhkan kita jauh dari sunnah ini. Supaya manusia tidak akan dapat memahami apa perlunya mengasingkan diri. Sedang terlalu banyak program TV yang perlu dihadam untuk membolehkan kita berbual dengan orang lain. Tentang rancangan itu dan ini, berita sana sini, tetapi bukan pengalaman spritual diri. Supaya visual dan audio yang keluar dari kaca TV bergaung-gaung dalam fikiran, terimbas depan mata meski tidak menonton. Membuat manusia ketagih, terutama cerita drama. Saban hari menanti untuk mengetahui kesudahan cerita. Setelah selesai, diganti dengan drama baru. Halal dan haram bercampur baur. Sehingga kita tidak lagi nampak garis pemisah yang mana halal, yang mana haram. Ia berlaku setiap hari, setiap bulan, setiap tahun, berganti tahun, sehingga kita tua dengan pemikiran sarat dengan drama yang tidak real pun. Ini perancangan musuh manusia iaitu Iblis dan sekutu bagaimana pun logik kita mahu menafikan ia.

Dangkal? Mungkin juga. Tetapi 5 hari cuti terus menerus saya mencuba. Bereksperimen memutuskan diri dari TV. Kecuali internet kerana kita boleh pilih mana-mana program bermanfaat untuk menyubur jiwa. Atas sebab itu saya dapat mendengar ceramah dan pengalaman Yusuf Estes, juga dari sarjana Islam diseluruh dunia. Indah, ya, ia pengalaman yang indah. Meski masih belum sampai seperti pengalaman sehebat David Rogers.

Yang aneh, seperti kata David Rogers, saya akhirnya dapat mendengar suara dari dalam diri. Ini pengalaman benar. Tidak percaya? Anda juga boleh mencuba.

Saya masih tidak begitu arif lagi tentang iktikaaf. Buku Profesor saya pun jauh di kampung untuk saya kongsikan bersama rakan-rakan. Namun begitu, kenangan itulah mencetus catatan ini. Ia telah mendorong saya tekad membuat eksperimen sendiri di rumah. Betul, saya belum ada kekuatan lagi untuk serius melakukannya di masjid. Iktikaaf mengikut sunnah perlu dilakukan di masjid, itulah yang sebenar.

Berita baik, kita di malam ke 22. Subhanallah, masih ada lagi berbaki 7-8 hari.

Rasulullah mengajak kita melakukan sunnah ini.

Soalan seterusnya, ada berani?