Ghazzah yang Bermusim
Seperti saya dan blog ini, kita semua bermusim. Dan musim ini tulisan saya mengenai Peduli Palestina. Saya tahu ramai yang akan mengeji perasaan yang bermusim, itu pun kepada satu daerah yang secara konsisten ditekan dan dizalimi. Jika tidak diserang, mereka di blockade secara ekonomi dan politik. Daerah yang minta dipedulikan sejak berakhir Perang Dunia Pertama dan dinodai ketika Perang Dunia Kedua. Akhirnya kita melihat diri kita sendiri, umat Islam, buntung, hilang maruah dan segalanya di Perang Enam Hari antara Arab dan Israel. Sejak 2000 tahun lalu, wilayah yang Allah berkahi, Al Aqsa bergolak dengan segala macam kuasa dan penguasa. Amaran, entri ini mungkin akan jadi panjang dan penuh emosi. Kalau ada pun perkataan mengeji dan merendahkan, itu sebenarnya ditujukan dulu pada diri sendiri. Kerana sebagai orang yang mengakui dari kelompok pembaca, saya masih lagi buntung, terpasung kaki dan tangan untuk membukti apa yang saya percaya dari bahan bacaan, yang lebih malang...