Violin

Saya semakin menyukai bunyian yang keluar dari medium alat muzik ini. Atau bunyi celo. Keduanya punya bunyi rusuh yang mencengkam. Mengingati kenangan yang ada bersamanya, sesuatu yang pernah terlupakan, tapi kembali perlahan-lahan menghimpit diri. Kenapa? Saya mahu mempelajari bagaimana memainkannya. Tapi saya tahu saya tidak mampu, tidak punya masa.
Sekarang, saya tidak punya rasa untuk apa-apa. Untuk apa punya rasa? Sayap sudah patah sebelah. Mampukah saya terbang tinggi? Atau mahukah saya terbang lagi. Rupanya saya sudah terlalu tidak berdaya...

Comments

anis sarah said…
salam...
bak kata Usman Awang (puisi Jentayu), patah sayap bertongkat paruh...

saya petik sebahagian lirik lagu ini...

"My broken wings still strong enough to cross the ocean with
My broken wings How far should I go drifting in the wind
Higher and higher in the light
My broken wings still strong enough to cross the ocean with
My broken wings How far should I go drifting in the wind
Across the sky, just keep on flying"
Tomoko Tane, Broken wings,

Popular posts from this blog

Mimpi

Yang dimain-mainkan: Ubat Gigi

Pernah dengar Pulut Himpit?