Monday, November 08, 2010

Menyahut 2

ketika seluruh kepunyaan
meraung penyesalan dan rasa bersalah
keterlanjuran, jahil, ammarah
Engkau dihadapan
memeluk dengan kasih
seperti nyaman dalam rahim ibu
kerana di situ ada
CINTA

lalu Kau bisikkan ke telinga
bangkitlah
AKU tidak pernah rasa malu
kerna kau hanyalah musafir
yang tidak tahu semua
sedang AKU, Maha Tahu

air mata yang bergenang
diangkat menjadi pahala
sedang itu nasuha membasuh dosa
KAU gandakan sebagai kebaikkan
anugerah untuk sang musafir
yang sudah menjumpai jalan pulang

hari itu
WAJAH yang dihadap, memandang
seperti aku tidak pernah
berdosa apa-apa.

2 comments:

tepianmuara said...

Allah.



Saat indah sebegini, sedihnya bila melepaskan.






(wah. akak membaca arena wati's Panrita, Sandera..HAMKA..FT dan Pramoedya Ananta Toer..buat saya teruja tiba-tiba. those are my fav writers too.)

ASaL said...

Wah, bolehlah berkongsi. Lebih menarik datangnya dari mereka yang pakar :)

terima kasih ke sini tepianmuara.