Ini perjalanan paling jauh tahun ini. Dari tabir pagar yang menyingkap kubah hijau sehingga ke tiang-tiang tinggi Baqi’ yang diawasi tentera hampir sepanjang masa. Badan telah melampaui ketahanan biologisnya lebih dari 18 jam berjaga. Sejak dari pagi. Setelah usai solat Asar, hingga membantu mak hingga dapat berehat ke bilik hotel, kami mulai lagi. Menjejak 400,000 meter persegi kompleks yang dibangun untuk keperluan spiritual umat. Berjalan bersebelahan dengan masjid Nabawi, dengan menyedari jasad Rasulullah yang mulia, di dalam tanah Madinah. Tanah yang mendapat kehormatan paling tinggi di dunia. Petugas-petugas berjubah putih, berserban merah dan berbadan tegap mula menjalankan tugas. Menghalang-halang mereka yang ingin menghamburkan rasa rindu pada Rasulullah meski hanya dihalaman masjid, bukan di taman Raudhah atau di hadapan makam. Dan untuk itu, tetap ada merasa puas sekadar mengusap tiang dan mengucup dinding masjid kubah hijau. Agar ia menjadi saksi, di akhirat kelak, kami telah berada di sini. Bersaksi, bahawa kamu, Rasul Allah, yang telah menyampaikan dan keranamu, kami berada di bawah lembayung Islam.
Ya, kubah hijau ada magisnya. Magis rindu. Rindu tidak berbelah bagi pada yang diutuskan untuk rahmatan lil alamin. Dan salah apa kami menangis rindu. Ini air mata yang tidak mungkin ditahan. Dia Rasulku, Rasulmu. Dan kami merentasi 8000 km menggadai nyawa membelah awan, untuk menyatakan kedalaman cinta, sedang anda hari-hari berada bersama Nabi. Salah apa kami emosional begini? Biar kami simpan dulu cerita kerinduan ini dalam-dalam.
Kaki sudah tidak tertahankan derita kelelahan, tapi jiwa mahu menyapa. Walau di balik tembok, di bawah langit membiru. Di situ, di hadapan mata, tersergam tinggi tembok-tembok Baqi’. Untuk menghalang penglihatan, tapi tidak pernah menghalang ingatan. Disitu ada jasad yang wiladahnya pada 20 Jamadil Akhir, dan syahadahnya pada 13 Jamadil Awwal / 3 Jamadil Akhir. Ya Ummu Abiha, dan kami datang pada minggu-minggunya. Subhanallah, tapi bila melihat berkumpulan tentera menuruni tangga tembok Baqi’, hati jadi begitu risau.
Sudahkah anda mendengar cerita Fatimah Al Batul?
”Fathimah adalah bahagian dariku, sesiapa yang mencintainya mencintai aku”
”Fathimah adalah bahagian dariku, yang membuatnya marah membuatkan aku marah”
“Pernah ketika Nabi s.a.w. dihina, dimaki hamun, malah diletakkan najis binatang ketika baginda sedang sujud menyembah Allah s.w.t., dengan tangisan kesedihan Fatimah membersihkan tubuh Nabi s.a.w. dari kotoran yang ditaburkan oleh kaum Qurraish. Disebabkan penjagaan dan perhatian yang diberikan Fatimah kepada Rasulullah SAW, baginda menggelarkan beliau ‘Ummu Abiha’ yang bermaksud ibu kepada ayahnya”
“Fathimah Zahra adalah penghulu wanita di syurga dan penghulu wanita seluruh alam”
“Katakanlah (wahai Muhammad), aku tidak meminta kepadamu satu upah pun ke atas dakwah ku melainkan kecintaan terhadap al-Qubra (keluarga terdekat)”
“FATIMAH adalah darah dagingku. Sesiapa yang menggembirakannya, menggembirakanku dan Allah. Sesiapa yang mendukacitakannya, mendukacitakanku dan Allah.”

Hanya titis-titis air mata menyambut tinggi tembok-tembok Baqi', dan bergegas-gegas kumpulan seragam hijau mengungsi kami keluar dari halaman. Subhanallah. Wahai belahan hati Rasulullah, saksikanlah kami telah berada di sini mengunjungimu, walau tiada siapa yang tahu di mana sebenarnya maqam persemadianmu.

Wahai ibu, kami juga mohon kasih dan sayangmu.

Az-Zahrah, dan hari-hari kami, hari kelopak ros memerah yang berguguran jatuh lantaran lara hati mengenangmu.


Comments

zf_zamir said…
lalainya saya tidak menyedari anda juga sudah menjadi blogger?
Asal Turabiy said…
hahaha
ini namanya 'kontinum rahsia'
ieka said…
:)
As, saya hanya boleh senyum sahaja membaca tulisan kali ini. tiba2 saya rasa rindu balik untuk pergi.

alHamdulillah sudah selamat pulang.
Bila As cerita pasal menangis ni ada cerita kelakar rombongan kami dulu. Ada antara anggota wanita terpecah dari kumpulan. Kumpulan kami sudah selesai di hadapan makam Rasulullah, dan mereka kami lihat sedang menangis beria2 di hadapan makam umar al-khattab.

tak sampai hati nak tanya kenapa mereka menangis di situ (sbbnya tahu jawapan-mereka sangka itu makan Rasulullah SAW). cuma memberitahu makam baginda di depan lagi. Mereka terkejut dalam sedu itu. Dan ia jadi kenangan yg manis + kelakar utk kami.

Tapi saya rasa ketiga2 makam ada pada bahagian yang hujung sekali sbbnya pernah dapat peluang berdiri di hadapan pintu masuk makam dan makam2 tersebut adalah bersebelahan melintang, bukan memanjang.
Anonymous said…
i wasnt given the honour to visit masjid nabawi.

it was my stupid mistake (yes it was stupid as i believe the science more than du'a-a mistake that i care not to repeat).

when i had the chance to go and visit THEM, outside, i was grateful with my kerudung that hidden all of my face, because i cant stop the tears. i wasnt planning to cry you know, my sole objective was to send my regards as well as my friends'


and remember when I ask you the annoying question? is that true if i miss someone, the person is also missing me too? Hope Nabawi and Haram mosques, and both Haram lands are missing me, as deep as I am misssing them.

And what i miss most about, are doing tawaf (and imagining angels are also doing the same thing- i have a marvelous imagination, as you guys discover), and touching Ka'abah, and praying at Hijir Ismail, and looking at Ka'abah behind the Maqam Ibrahim..I cant comprehend these..these undescribable feelings at that time.. SubhanAllah..

and listening to the du'a shouted by the iranians and indians during tawaf...struck at their incomprehensible zest, no wonder their countries are getting ahead.

and again crying sofly beside an iranian grandma, who was also praying behind the Maqam Ibrahim. She was praying in iran language,asking some mercy from Allah s.w.t.Please Ar-Rahim, granted our du'as..

and met my bestfriend at Mekah al-mukarramah..unthinkable thing :)

Call me again Ya Allah, let me come and sujud at you, at the most honourable places..
ieka said…
anonymous,
just want to share my thoughts.

actually all muslims will have that kind of feelings - missing Makkah Al-Mukaramah and Masjid Nabawi; for 2 reasons:
1. The Prophet Ibrahim a.s. made a pray to Allah SWT when he and his son built the Kaabah for people to love the place. Allah granted his pray.
2. the Prophet Muhammad SAW once said whom ever visits him when he is died, is the same as visiting him when he was alive.

there is no place in the world that when you want to go away from there, you will feel such misery when you want to leave Makkah & Masjid Nabawi.

it is good for you to missing these places; because these are the divine places for the muslims. that's one of the sign you (and us too inshaAllah) are close to the places, at least by our heart. Alhamdulillah. inshaAllah if you pray for good, you will get the best for you from Allah.

p/s: cik penulis, sorry pjg plak komen kalini:p
Asal Turabiy said…
Haramain-Kota Cinta!

saya bersetuju dengan Eika.
Haramain tidak ditinggalkan, melaikan dengan misery.
Kesedihan yang dalam.
Kerinduan yang dalam.
Dan doa Nabi Ibrahim, selamanya makbul, sehingga Yaumul Hisab.

To Anonymous,
Allah love is unthinkable.
Meet your best friend in Haramain, mercy has been given,
seperti hujan yang dicurahkan di padang pasir yang tandus dan gersang.
Subhanallah. Alhamdulillah.
Anonymous said…
to Cik Ieka,

I think the "missing" feeling is also a gift from heaven, because how many people who go for umrah and be back and live life like they used to live before?

Going there should change your whole life, your whole perspective, your whole self. Even we know the trials will be harder, because syaitan and iblis will send their best soldiers to divert us from the true path, we also know that rahmah is there to protect us.

I want to go there again.

Hope He has some mercy to call me again.


To Asal turabiy

my sisters tease me, even at malaysia me and my bestfriend used to meet and play and laugh, and at mekah,you guys still want to meet and play and laugh as well?

I just smile and laugh, because it is not everyday that i meet her, in mekah..

Some of my du'a have been granted...and I'm still waiting for other miracles to happen.

What A Most Gracious, and Most Merciful God that I have

I pity those who believe otherwise...especially who believe taking bath at Gangga River will clean their hearts and souls..or..who go to BAtu Caves and do whatever things they do believe will heighten their status at their Gods' eyes!!

Popular posts from this blog

Mimpi

Yang dimain-mainkan: Ubat Gigi

Pernah dengar Pulut Himpit?